Selasa, 15 Oktober 2019

Pariwisata Ramah Lingkungan Berbasis Ekoregion



Ekoregion adalah adalah wilayah geografis yang memiliki kesamaan ciri iklim, tanah, air, flora, dan fauna asli, serta pola interaksi manusia dengan alam yang menggambarkan integritas sistem alam dan lingkungan hidup (UU 32 th 2009).

Pariwisata yang ramah lingkungan dan berbasis ekoregion adalah pariwisata yang dikelola dengan melakukan lima (5) prinsip berikut ini:

1. Koservasi Sumberdaya Alam Ekoregion
Menjaga ekosistem asli (origin), memperhatikan potensi Sumbedaya Alam (SDA) dan karakteristik Satuan Ekoregion untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati flora dan fauna. 

Beberapa ciri bahwa suatu Destinasi Wisata telah melakukan upaya konservasi sumberdaya alam ekoregion, dilihat dari beberapa aktivitas diantaranya:
  1. Destinasi melakukan pengawetan tumbuhan dan/atau hewan asli setempat, dengan menetapkan daerah/wilayah terlindungi (tidak dibangun sarana fisik), bisa dalam bentuk taman kehati, arboretum, kebun bibit, hutan kota, atau lainya.
  2. Destinasi melakukan pengembangan (budidaya) tumbuhan dan/atau hewan dalam rangka meningkatkan keanekaragaman hayati satuan ekoregion. 
  3. Destinasi memiliki kegiatan rutin dalam bentuk penanaman pohon dan/atau pelepasan satwa dalam rangka peningkatan keanekaragaman hayati.
  4. Destinasi melakukan upaya nyata konservasi lahan guna menjaga lanskap dan kesuburan tanah, misalnya dengan terasering, guludan dan lain-lain.
  5. Dalam hal destinasi memanfaatkan jasa lingkungan yang keberlangsungannya sangat tergantung dari wilayah atau satuan ekoregion lain, maka destinasi melakukan upaya konservasi di luar wilayahnya dalam bentuk imbal jasa lingkungan.
2. Menjaga Jasa Ekosistem
Memperhatikan karakteristik satuan ekoregion guna menjamin ketersediaan jasa ekosistem secara lestari pada level kelas terbaik, untuk mendukung kegiatannya, serta menjaga daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Beberapa ciri bahwa suatu Destinasi Wisata telah melakukan upaya menjaga jasa ekosistem, dilihat dari beberapa aktivitas diantaranya:
  1. Destinasi telah melakukan kajian daya dukung lingkungan (secara sederhana atau mendalam), salah satunya daya dukung air, sebagai dasar kontrol pengelolaan.  
  2. Destinasi memberlakukan sistem kuota jumlah pengunjung dan/atau amenitas yang disesuaikan dengan daya dukung lingkungan yang sudah dikaji.
  3. Destinasi memiliki aturan yang dapat digunakan untuk mengontrol setiap kegiatan masyarakat maupun perusahaan untuk mencegah terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan.
  4. Destinasi membangun sistem pengelolaan limbah, untuk menjaga kualitas jasa ekosistem.
  5. Destinasi menggunakan kendaraan ramah lingkungan sebagai sarana mobilisasi pengunjung dari satu obyek wisata ke obyek wisata lainnya. 
  6. Destinasi tidak melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan pencemaran udara, misalnya pembakaran sampah, atau kegiatan lainnya.
3. Kelola Sampah Mandiri
Terkelolanya sampah dan/atau limbah padat secara mandiri melalui sistem yang efektif dan efisien dengan menerapkan berbagai teknik pengelolaan sampah yang komprehensif. 

Beberapa ciri bahwa suatu Destinasi Wisata telah melakukan upaya pengelolaan sampah secara mandiri, dilihat dari beberapa aktivitas diantaranya:
  1. Destinasi memiliki tempat pengelolaan sampah (TPS, TPA, atau Bank Sampah) untuk mengolah sampah anorganik dan tempat pembuatan kompos atau biogas untuk mengolah sampah organik, yang skalanya (besaran maupun jumlah) disesuaikan dengan luas destinasi atau obyek wisatanya.
  2. Destinasi memiliki sistem pengelolaan sampah, yaitu strategi pengelolaan sampah dalam bentuk SOP yang didukung dengan SDM (tenaga pengelolaan sampah) dan sarana pendukungnya (gerobak sampah, mobil sampah, tempat sampah, dll.)
  3. Destinasi melakukan kegiatan pengangkutan dan pengumpulan sampah yang terjadwal
4. Inovatif, Kreatif dan Arif terhadap Lingkungan
Menerapkan konsep-konsep kreatif, inovatif dan ramah lingkungan, memperhatikan keamanan bahan-bahan yang digunakan sehingga tidak bertentangan dengan program-program lingkungan seperti perubahan iklim, limbah B3 dll.

Beberapa ciri bahwa suatu Destinasi Wisata telah melakukan upaya inovatif, kreatif dan arif terhadap lingkungan, dilihat dari beberapa aktivitas diantaranya:
  1. Dalam kegiatanya menambah berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan kepariwisataan, destinasi melakukan terobosan yang inovatif dan kreatif, dan tidak menggunakan bahan-bahan yang secara hukum lingkungan tidak diperbolehkan atau membahayakan.
  2. Destinasi melakukan pengelolaan terhadap bahan-bahan yang mengandung B3, atau bahan tidak ramah lingkungan lainnya seperti penggunaan bahan plastik dan bahan-bahan yang tidak mudah terurai.
  3. Destinasi sedapat mungkin memanfaatkan bahan-bahan alam dan dari hasil sumberdaya setempat dalam kretaivitas dan inovasi guna menambah keindahan atau vasilitas pendukung lainnya.
5. Edukasi dan Sistem Informasi Lingkungan
Mengedukasi dan menyediakan sistem informasi kepada masyarakat pelaku wisata, meliputi pengunjung, pengelola obyek, pemilik amenitas, transportasi dan para pelaku wisata lainnya agar menjadi sadar dan peduli akan pentingnya penyelenggaraan kepariwisataan yang ramah lingkungan.

Beberapa ciri bahwa suatu Destinasi Wisata telah melakukan upaya menyediakan sarana edukasi dan sistem informasi, dilihat dari beberapa aktivitas diantaranya:
  1. Destinasi melakukan upaya-upaya yang dapat mengedukasi masyarakat pelaku wisata, penyadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup, antara lain melalui pelatihan, penyiaran, teguran langsung, atraksi, demo, bakti lingkungan, pembinaan, rapat/pertemuan, paguyuban, kerja bakti, study banding, dll.
  2. Destinasi menyediakan berbagai sarana edukasi, informasi dan penyadaran masyarakat tentang potensi sumberdaya alam satuan ekoregion serta berbagai bentuk penyadaran lingkungan lainnya, baik berupa gambar, buku, famplet, video, spanduk, papan informasi, diorama, ruang publik, green house, mobil keliling, dll.




Mengenal SOWBEK



SOWBEK (Sobat Wisata Berwawasan Ekoregion)
Adalah sebuah komunitas pecinta lingkungan, hobi petualangan dan wisata alam yang mempunyai kepedulian membantu masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan pariwisata yang ramah lingkungan dan berbasis ekoregion. 

Pariwisata Ramah Lingkungan dan Berbasis Ekoregion adalah pariwisata yang dikelola dengan menjaga kelestarian sumberdaya alam atau jasa ekosistem dan mempertimbangkan karakteristik satuan ekoregion dimana destinasi wisata itu berada.

Siapapun Anda, baik pegawai, karyawan, dosen, guru, mahasiswa, pelajar, petani, pedagang, nelayan, maupun masyarakat umum, yang cinta terhadap lingkungan, menyukai petualangan maupun wisata alam, marilah bergabung bersama kami.

Komunitas ini berdedikasi dalam pengabdian kepada masyarakat, bersifat sukarela dan non profit (tidak berorientasi pada keuntungan ekonomi). Dalam komunitas ini Anda akan belajar tentang lingkungan, tentang wisata alam, tentang ekoregion dan membaginya kepada masyarakat melalui penyampaian informasi berupa tulisan atau ucapan secara lisan maupun tindakan nyata. Dalam komunitas ini Anda juga bisa menyampaikan pengetahuan, pendapat, saran tindakan, untuk memberikan wawasan dan perbaikan bagi seluruh anggota komunitas. Anda juga bisa menyampaikan tulisan, berita, ataupun gambar tentang masalah lingkungan, keunikan wisata alam di lokasi tertentu, atau ide-ide kreatif dan inovatif dengan tujuan untuk menciptakan kegiatan kepariwisataan yang ramah lingkungan.


Visi :
Cinta Lingkungan Berwawasan Ekoregion

Misi:
  1. Mengembangkan pengetahuan dan kemampuan komunitas dalam ilmu lingkungan dan ekoregion.
  2. Membantu masyarakat dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan pariwisata yang ramah lingkungan, dan berwawasan ekoregion.
  3. Melakukan aksi-aksi sosial guna membantu penyadaran masyarakat pelaku wisata akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
  4. Membantu mempublikasikan informasi dan menjalin kemitraan dalam pengembangan pariwisata ramah lingkungan dan berbasis ekoregion.
Tujuan:

Turut mewujudkan pariwisata yang ramah lingkungan, pariwisata yang dalam pengelolaannya menjaga kelestarian sumberdaya alam atau jasa ekosistem dengan memperhatikan karakteristik satuan ekoregion.


Aktivitas:

  1. Mengadakan pertemuan rutin dalam rangka membagi pengetahuan tentang lingkungan, wisata alam dan ekoregion.
  2. Mengadakan bakti sosial seperti membantu membersihkan sampah di obyek-obyek wisata alam, menanam pohon, melepas satwa atau kegiatan bakti sosial lainnya.
  3. Menginformasikan berita lingkungan, seperti kejadian pencemaran lingkungan, penumpukan sampah, banjir, kebakaran hutan, dan lain-lain.
  4. Menulis dan mengupload informasi menarik seputar pariwisata alam, misalnya tentang keindahan alamnya, keunikan obyek daya tarik wisata, keberhasilan pengelolaan, atau apa saja yang menarik untuk dibagi beritanya.
  5. Menjembatani (menjadi penghubung) antara masyarakat dan pemerintah, menympaikan pesan atau proposal dalam rangka menciptakan pariwisata yang ramah lingkungan berbasis ekoregion.
  6. Membantu pemerintah (pusat maupun daerah) dalam menyukseskan aplikasi kebijakan dan program-program lingkungan.